Showing posts with label Aglaonema. Show all posts
Showing posts with label Aglaonema. Show all posts

Monday, March 26, 2018

Aglaonema Red of Sumatera

Aglaonema Red of Sumatera

Aglaonema red sumatera atau juga di sebut pride of sumatera sangat mempesona, warna merah, pink dan hijaunya sungguh indah di pandang, aglaonema yang satu ini sempat sangat fenomenal pada masanya, menurutku sampai saat inipun red of sumatera masih aglaonema yang sangat luar biasa. Tidak pernah ada kata bosen saat setiap kali melihatnya. 
Dikutip dari ornamentalplaninfo.blogspot.co.id Lahirnya pride of sumatera menandakan babak baru dalam dunia aglaonema hibrida. Istilah aglaonema hibrida untuk membedakan dengan aglaonema spesies yang jumlahnya mencapai 30 jenis. Pride of sumatera sebetulnya bukan aglaonema hibrida pertama yang dilahirkan dari persilangan. Pada periode 1980-an, yang banyak dihasilkan adalah yang tipe daun hijau. 

Misalnya ada ciput, sanola, aloet, dan golden fantasi. Dari Thailand ada sitiporn. Sosok pride yang khas, merah kehijauan dengan punggung merah tua menyebabkan popularitas pride of sumatera langsung meroket. Ia melebihi donna carmen yang juga dihasilkan oleh Greg Hambali.Kehadirannya pada 1985 sangat menggemparkan, sehingga jejaknya kemudian diikuti penyilang Thailand. Maka lahirlah butterfly, lady valentine, dud unyamanee, dan red bangkok. Semua berdaun merah mengekor pride of sumatera. Seperti terselip di balik namanya, aglaonema berdaun merah menyala itu menjadi kebanggaan, bukan cuma Sumatera, tetapi juga bagi Indonesia.

Pewaris warna merah adalah induk jantan Aglaonema rotundum. Greg Hambali memperolehnya dari Aryono, eksportir tanaman hias di Jakarta. Rotundum yang asli Sumatera bagian utara seperti Bukitlawang dan Aceh berdaun hijau tua. Warna merah darah hanya di permukaan bawah daun. Spesies yang sama sebetulnya ada di tangan penangkar Thailand sejak 1980. Nurseri Aditya milik Aryono—rutin mengirimkan Aglaonema rotundum ke Bangkok. Tak lama berselang Greg juga mendapat 2 Aglaonema commutatum setinggi 20 cm dari Fajar Martha. Fajar pada 1983 dikenal sebagi penyilang lili. Ia membeli beberapa biji A commutatum dari Dowseeds di Singapura. Produsen benih itu mengumpulkan biji sri rejeki dari Mindanao dan Luzon—keduanya di Filipina selatan. Aglaonema commutatum sebetulnya juga terdapat di Palu, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. 

Sayang, tangkai Aglaonema commutatum domestik terlampau panjang dan corak daun samar-samar menghilang. Merah muda yang semula menghiasi tangkai memudar. Kemolekan Aglaonema commutatum milik kita terkikis. Sudah begitu anakannya berkurang. Ini bukan fitnah! Jeleknya performa itu akibat pergaulan bebas dengan Aglaonema simplex yang berdaun hijau polos dan enggan beranak. Lalat menjadi mak comblang perkawinan mereka. Padahal bunga aglaonema harum karena mengandung amil asetat.

Nasib Aglaonema commutatum di Filipina lebih baik karena populasi A simplex tak begitu dominan. Mereka masih mampu menjaga diri untuk tidak terlampau intim sehingga pergaulan bebas pun terhindari. Setelah kedua indukan Aglaonema rotundum dan A. commutatum—di tangan, ahli Botani itu menjodohkan mereka. “Kalau disilang mestinya hasilnya bagus,” kata pria kelahiran Sukabumi 19 Februari 1949 sebelum melakukan persilangan. Greg terdorong untuk menyilangkan lantaran tanaman hias itu disenangi orang karena “tahan banting”.

Ia tahan di ruangan berpendingin, cahaya redup, dan kelembapan rendah. Ketimbang dieffenbachia, misalnya, yang sama-sama anggota famili Araceae, aglaonema jauh lebih unggul. Getah dieffenbachia gatal dan anakannya tak sebanyak aglaonema. Populasi anakan jelas menentukan harga jual. Selain itu dieffenbachia bukan asli Indonesia, tetapi imigran asal Amerika selatan. Padahal untuk persilangan, dibutuhkan indukan dalam jumlah banyak. Karena dieffenbachia dari negeri seberang maka relatif sulit untuk memperolehnya. dalam jumlah masal.

Pada penghujung 1982 mulailah Gregori menyilangkan Aglaonema rotundum dan Aglaonema commutatum. Masing-masing sebagai induk jantan dan betina. Inilah pengalaman pertamanya dalam menyilang aglaonema. Greg sebelumnya lebih intens menjadi penghulu caladium dan alocasia yang masih sekerabat dengan aglaonema. Mereka bertiga sama-sama anggota famili talas-talasan alias Araceae. Hasil silangan antara Aglaonema rotundum dan Aglaonema commutatum, diberi nama precusor. Sosoknya menarik, sayang masih warna hijau. Karena itulah Greg kemudian menyialang balik dengan 2 induk berbeda. Pertama, kembali dijodohkan dengan sang ayah, Aglaonema rotundum dan menghasilkan tanaman berdaun merah menyala. Dialah pride of sumatera yang langsung mencuat dan menjadi ikon aglaonema lain sampai sekarang.

Lalu, Greg juga mendaulat Aglaonema brevispathum untuk menjadi induk jantan. Persilangan ini menghasilkan donna carmen yang tak kalah sohor. Jadi, boleh dibilang antara pride of sumatera dan dona carmen masih sepupuan. Dona carmen lalu dititipkan pada nurseri Robby & Kerst di Bogor pada 1988.

Saturday, March 17, 2018

Aglaonema Red Khocin

Aglaonema Red Khocin

Umumnya tanaman ini berdaun lebar dan memiliki bermacam-macam warna yang menarik sehingga populer dijadikan sebagai tanaman hias daun. 

Tanaman aglaonema red cochin merupakan salah satu jenis aglaonema cochin dengan daun berwarna  merah dari jenis cochin pada umumnya. 

Media Tanam

Campuran media tanam yang baik dengan perbandingan 1:1:1
- Sekam/arang sekam         
- Kompos/pupuk kandang
- Tanah

Pencahayaan

Usahakan jangan terkena sinar cahaya matahari langsung karena akan merusak keindahan dari daun, pencahayaan yang baik adalah 40 %.

Suhu dan Kelembapan

Suhu yang baik antara 26 - 32 derajat, dan tingkat kelembapan antara 20% - 40%

Pupuk

- NPK dengan kadar N lebih tinggi, waktu pemupukan 1 bulan sekali
- Pupuk kandang
- Pupuk cair    

Penyiraman

Tingkat penyiraman sedang, cukup 1 hari 1 kali







Friday, March 16, 2018

Aglaonema Lipstic ( Siam Aurora )

Aglaonema Lipstic ( Siam Aurora )

Di namai Aglaonema Lipstic karena pada posisi pinggiran daunnya berwarna merah menyala seperti bibir yang diberi lipstick. Ciri khas aglaonema ini selain pinggirannya berwarna merah menyala, juga tangkai daunnya berwarna pink dan daunnya didominasi hijau gelap. 

Bentuk daunnya agak gelap. Kelebihan Aglaonema Lipstic terletak pada bentuk daunnya yang kompak dan tangkai pendek sehingga biasanya ditanam sebagai single potplant. Aglaonema ini direlease tahun 2005.

Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Aglaonema sp. Tanaman Aglaonema lipstic atau aglaonema siam aurora, ini sangat cocok dijadikan sebagai tanaman hias indoor.


Media Tanam

Campuran media tanam dengan perbandingan 1:1:1
- Sekam/arang sekam         
- Kompos/pupuk kandang
- Tanah

Pencahayaan

Usahakan jangan terkena sinar cahaya matahari langsung karena akan merusak keindahan dari daun, pencahayaan yang baik adalah 40 %.

Suhu dan Kelembapan

Suhu yang baik antara 26 - 32 derajat, dan tingkat kelembapan antara 20% - 40%

Pupuk

- NPK dengan kadar N lebih tinggi, waktu pemupukan 1 bulan sekali
- Pupuk kandang
- Pupuk cair    

Penyiraman

Tingkat penyiraman sedang, cukup 1 hari 1 kali